Sabtu, 09 Juli 2016

Entah

Ini seperti kau sedang membaca buku dan buku ini yang sangat aku sukai.
Tapi sekarang aku membacanya perlahan-lahan.
Jadi kata-katanya benar-benar jauh di luar sana.
Diantara kata-kata yang tak terbatas.
Aku bisa berhenti merasakanmu dan kata-kata dari cerita kita. 
Tapi, dalam ruang yang tak berujung ini, antara kata-kata,
Aku menemukan diriku sekarang.
Ini adalah tempat yang tidak diatas dunia fisik.
Ini tempat segala sesuatu yang lain. 
Aku bahkan tak tahu itu ada.
Aku sangat menyayangimu.
Tapi, disinilah aku sekarang.
Inilah diriku sekarang.

Selasa, 05 Juli 2016

Dia ku kini untuknya?

Aku terhela membacanya.
Tinta itu amat bermakna.
Tak bernada, tidak pula berirama,
Meskipun aku tau itu bukan sajaknya.
Bukan juga goresan tintanya.
Tapi itu isinya.
Aku tak mengenalinya, tapi aku merasakannya.
Merasakan sebuah kemesraan tanda tanya.
Dia ku kini untuknya? Mungkin memang iya.
Sulit untuk membaca, karena aku tak berhak untuk bertanya.
Resah aku dengan tanda tanya.
Kembali ku mencerna, ku meraba, dan berkaca.
Percaya atau tidak. Disaat ku berkaca, cermin itu berkedip kearah ku dan bercerita bahwa aku telah terbuai realita.
Aku tersadar.
Cinta tak memberikan apa-apa.
Dan kita juga tak menghasilkan apa-apa.