Aku tak mengenali angin ini.
Kau begitu dingin.
Aku tak perduli.
Ku rasai, ku tatapi, ku cumbui.
Tapi aku tak menikmati.
Hambar, kosong.
Ku mulai berfantasi dengan mu.
Fantasi yang hanya menjumpai birahi.
Ku berdistraksi.
Tapi birahi itu semakin meninggi.
Aku terus mencari! Dan mencari!
Akhirnya aku dapati.
Bukan birahi!
Tapi apati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar