12 batang rokok kuhabiskan malam ini. Berbicara tentang keindahan. Keindahan menulis, keindahan berfantasi, keindahan mimpi masa depan. Yang 1 memikirkan dirinya sendiri dan yang 1 berfikir untuk kepentingan orang banyak dan berujung pada puisi. Puisi penggambaran sebuah gambar yang tak bisa digambarkan. Puisi tentang memeluk sesuatu yang semu, sepi, dingin dan berharap bukan ironi atau insinuasi. Yaaa itulah kami yang terputus karena pagi. Semoga esok berjumpa kembali dan membahas rintisan suatu mimpi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar